Selasa, 18 Desember 2018

Romantisme Budaya Nongkrong

Masyarakat selalu berkembang dari waktu ke waktu, meskipun kecil dari perkembangan tersebut membawa perubahan-perubahan didalamanya. Perubahan yang dimaksud tidak hanya dilihat secara makna tapi juga perubahan dari sisi akvititas dalam budaya tersebut. Nongkrong bukan  budaya baru bagi masyarakat Indonesia. 
    Hampir di berbagai wilayah di Indonesia memiliki ciri masing-masing dalam melakukan aktivitas nongkrong.  Misalnya di Jogja, nongkrong sudah  menjadi pemandangan yang jamak khususnya tempat-tempat daerah kantong mahasiswa. Dulu nongkrong dimaknai sebagai aktivitas informal untuk bertukar informasi dan memperkuat ikatan hubungan sosial didalamnya. Disadari atau tidak, nongkrong saat ini berkembangan mengikuti dinamika dalam  masyarakat. Jogja pun menawarkan beragam tempat nongrong  mulai dari angkringan hingga coffee shop yang menjadi ikon pergaulan kelompok kelas tertentu. Berbicara tentang angkringan, jika dulu angkringan  identik dengan  jajanan makanan murah, saat ini beberapa angkringan di Jogja sudah berevolusi menjadi icon gaul dan lokasi tujuan wisata. Misal di angkringan KR pada malam-malam tertentu digunakan untuk lokasi berkumpulnya komunitas-komunitas yang ada di Jogja. Tidak hanya angkringan yang menemukan evolusinya, jika diamati dalam satu tahun terakhir tempat pilihan tempat nongkrong yang mulai dimininati dan menarik adalah  outlet waralaba saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dalam dinamika masyarakat.

Selasa, 21 Oktober 2014

Tentang Hujan


Sore itu hujan sejenak menyapa,
hanya sekilas..
hingga jejak aroma tanah yang biasanya pun tak mampu dia tinggalkan..
Hanya sekilas...
seolah tak menemui arti namun mampu menyemai asa baru . . .
seperti rindu yang masih optimis menunggu kesudahaan


Senja di Kos Kuwera,
20 Oktober 2014

Minggu, 29 Desember 2013

Quovadis CSR Pertambangan


Berbicara praktik industri pertambangan sama halnya berbicara sesuatu yang kompleks. Permasalahan yang dihadapi pun beragam hinggap silih berganti dalam setiap proses yang dilaluinya. Saya mengategorikan permasalahan yang jamak dihadapi perusahaan kedalam tiga fase mulai dari permasalahan pra-produksi hingga nanti bagaimana nasib wilayah pasca operasi tambang tersebut. Fase pertaman adalah pra-produksi tambang,  pun fase ini sudah turut berkontribusi dalam menyemai konflik, misalnya: pembebasan lahan. Tidak semua tahap pembahasan lahan berjalan mulus, tidak semua masyarakat langsung sepakat dengan harga beli yang di tawarkan. Berawal dari ini, sikap perusahaan menentukan bagaimana pola hubungan yang akan terbangung dengan masyarakat sekitar. Apabila perusahaan mengahadapinya dengan tangan dingin bisa jadi akan tercipta hubungan harmonis dikemudian hari, namun apabila cara yang ditempuh perusahaan sudah dengan sistem kekerasan bisa jadi benih-benih dendam tersemai halus kedalam masyarakat dan tumbuh bersama sikap-sikap penolakan keras terhadap operasi pertambangan tersebut. Fase kedua adalah fase produksi, dalam fase ini permasalahan yang dihadapi cukup beragam, namun apabila ditarik garis besar permasalahan yang sering muncul antara lain: kecemburuan yang terjadi di masyarakat lokal, terkait alokasi sumberdaya manusia (pekerja) yang lebih banyak diambil dari tenaga di luar daerah mereka, atau masyarakat meresa terganggu dan dirugikan atas aktivitas yang dilakukan perusahaan sehingga masyarakat menuntut berbagai dana kompensasi atas aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut. Aksi yang dilakukan masyarakat pun beragam guna mendapat perhatian perusahaan atas masalah-masalah tersebut, mulai dari demonstrasi ke perusahaan hingga pemblokiran jalan yang dilalui kendaraan-kendaraan perusahaan. Tentunya langkah masyarakat ini menjadi pukulan bahkan ancaman bagi eksistensi bisnis perusahaan. Mengatasnamakan esistensi operasi, maka perusahaan menerapkan berbagai tawaran “damai” untuk masyarakat lokal setempat. Program tersebut yang kemudian diklaim sebagai program CSR oleh perusahaan atau masyarakat lokal di salah satu site tambang di Indonesia menyebutnya dengan sebutan “comdev”. Dalam industri ekstraktif, praktik CSR yang dijalankan hanya sebatas pada program-program kekinian, perusahaan bersifat responsif atas reaksi yang ditimbulkan oleh masyarakat. Sehingga program CSR tak ubanya hanya sesuatu “kartu ijin operasi” (legal to operate) yang diberikan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Jumat, 03 Mei 2013

Aku dan Diamku



aku masih dalam diamku, 
entah karena malas atau memang hadirmu sudah menepi dari rasaku,
pada dasarnya kita sama
sama-sama seorang penyecut yang tak mau jatuh karena alasan isyarat dangkal
ahh . . .
dan aku pun harus berucap lagi kata "entah"
entah mengapa kau harus menyapa
entah mengapa kau menyita pikiran
entah mengapa dan entah apalagi yang nanti akan kembali tertulis?
dan aku pun masih setia dalam diamku


di sudut ruang senja
2 Mei 2013



Selasa, 31 Januari 2012

Once Upon a Time at Batu #1

Batu City, most famous with the name of Batu Malang. This is one of plateau city at East Java. The place near Malang city and can be reached about one hour from Malang. Batu city has several good places and is a tourism destination, either nature tourism or education tourism.
Anyway, Batu has a new tourism destination. Alright, Jatim Park 2 is an awesome place for me. I went there when new year holiday with my family. This is a good place and recommended for a holiday destination with friends or with the big family.  
Here a few photos and short story when holiday at Jatim Park 2 J



The vacation started from Blitar (is my hometown), by car it can be reached about two hours. All the way we can saw a beautiful panorama.








Unfortunately, welcome greeting at Jatim Park 2 was raining fall  L



Sabtu, 28 Januari 2012

Mau di Bawa Kemana Adek-Adek Itu.?

Sore itu langit Jogja mendung dan gerimis. Meskipun turun hujan aku tetap berkunjung ke temanku, selain untuk bersilaturahmi tujuan lainnya adalah untuk mencari responden. Kebetulan aku sedang menjadi enumerator riset salah satu media nasional. Sistem purposive sampling membuatku harus berimprovisasi di lapangan dengan menggunakan snowball sampling, jadilah sore itu aku berkunjung ke temanku dengan tujuan mencari responden plus ikut kegiatan PAUD. Kebetulan temanku ini merupakan aktivis sosial di tempat tinggalnya, beliau aktif dalam berbagai kegiatan kampung. Salut buat beliau dan terimakasih mbak atas link respondennya 
Ada yang menarik perhatianku ketika melihat pemandangan sore itu. Awalnya tak ada yang aneh ketika melihat anak les. Sekarang saja anak TK sudah berdondong-bondong untuk les apalagi anak SD. Well, kembali ke adek SD tadi, ketika aku lihat adek SD tadi sedangan belajar matematika. Sebenarnya aku sangat tertarik dengan metode yang di gunakan guru les tersebut. Beliau membuat sistem belajar sambil bermain. Ibu gurunya sudah modern. J Namun, tiba-tiba aku jadi mlogo ketika melihat bahasa yang di gunakan. Guru dan murid itu menggukan bilingual. Jika nonton film kita gak paham artinya bisa ganti subtilenya. Tapi sekolah dengan dua bahasa untuk anak usia tujuh tahun, aku masih mempertanyakan sistem efektivitasnya. Apa iya pelajaran akan masuk dengan mudah. Sederhana alur pikirnya, mereka (anak-anak itu, red.) otaknya dua kali kerja. Aku buka psikolog tapi meliat pemandangan seperti itu jadi kasian terhadap mereka. Adek tadi bersekolah di salah satu sekolah dengan titile rintisan sekolah berstandart international (RSBI).Apalagi mereka yang bersekolah di sekolah internasional yaa... *berfikir*. 

Rabu, 04 Januari 2012

Aku, Kamu dan Sepotong Ice Cream



Aku suka ice cream,
Entah sejak kapan aku mulai suka ice cream, 

Aku suka ice cream, 

Karena dia pernah hadir diantara keceriaan dan kesedianku

Aku suka ice cream
Karena karena suka tak membutuhkan alasan

                                                                                             # Cerita di  Bulan April 2011

Wisata Lidah di Jajamuran

Bagi penikmat kuliner Yogykarta, Jejamuran sudah akrab di telinga mereka. Salah satu tempat tujuan kuliner di Yogyakarta ini memang unik dari segi pilihan menu yang di tawarkan. Aneka olahan jamur dapat dinimakti disini. Berlokasi di Kabupaten Sleman dengan nuansa alam pedesaan semakin memjadi daya tarik tersendiri. 
Saya tidak tahu pasti kapan tempat ini berdiri, saya mulai mengenal jejamuran sekitar akhir 2008 dari salah satu teman kuliah. Saya dan beberapa teman kuliah memang penikmat kuliner. Lidah kami sering menyalahi kodrat mahasiswa pada umumnya prihatin untuk urusan makan. Apadaya hasrat mencoba-coba makanan lumayan menggila jadi kadang-kadang over bugded juga untuk pengeluaran makan. Alhamadulillah, saya pernah merasakan kuliner di jogja mulai dari kaki lima hingga bintang lima. Untuk bintang lima gara-gara dapat undangan workshop di hotel berbintang lima... tetep, judulnya gratiiiiis. heeeeeeee. 


Setelah hampir setahun absen dari kuliner jogja, kemarin pas ke jogja disempatkan mampir ke jejamuran bersama ponakan. Masih tetap menu favorit saya ketika memanjakan lidah disana, yaitu: sate jamur. saya pernah nyoba sate jamur di tempat lain, tapi rasanya gak senendang disini *promosi*.
Banyak yang telah berubah sekarang, tempat makannya kian luas dan yang pasti pengunjungnya makin rame apalagi kemarin saya kesana ketika liburan. Alhasil harus sabar menunggu karana banyak yang harus dilayani. Variasi menunya pun kian beragam. Hal menarik lainnya para pengunjung bisa melihat berbagai variasi jamur dengan media tanamnya. Disini makan bukan hanya rutinitas tapi juga bisa menanmbah pengetahuan, tentang jamur tentunya . . . 



J have a nice meal J


Minggu, 01 Januari 2012

Start New Day in 2012 :

                                                       
            New Spirit . . . New Hope . . .         
                   New Desires . . .    New Life . . .





New Love . . .
                                                                                                                                         
              [re]set the passion . . .


more be gonna fight . . . .                              
                                                                             take actions . .    
       more be stronger . . .   

Pict : Link                                              

Selasa, 29 November 2011

Internet : Bikin Hidup Xlangkah lebih Maju


Kalimat pertama dalam tulisan ini adalah ucapan terimakasih tak terkira untuk penemu internet. Berkat jasa beliau dalam revolusi besar tersebut kini peradapan manusia Xlangkah lebih Maju. Jika pernah ada takeline bahwa “Buku adalah Jendela Dunia”, kiranya pantas jika takeline tersebut juga disematkan kepada internet. That’s right, internet memang jendela dunia. Dari mesin pencari  kata, berita atau web di internet, kita bisa mengetahui kejadian-kejadian di berbagai belahan bumi lainnya secara cepat.

pict : link


Senin, 21 November 2011

Nasionalisme Ala Bola

Apapun momentnya sepak bola memang selalu happening. Deman ini pun selalu menjamur di semua kalangan masyarakat, dari berbagai tingkatan umur dan berbagai strata sosial. Mereka selalu tumpah dalam euphoria bola apapun momennya.
Saya bukan bola mania tapi tak jarang saya mengikuti perkembangannya karena dipaksa media. Media apapun mulai dari news hingga livetweet selalau heboh jika ada big mach bola. Jadi saya menjadi sedikit bisa sok tahu-menahu soal bola. Saat ini jika ditanya siapa tim sepak bola favorit saya.? Saya akan menjawab timnas Jerman [ini bukan permasalah nasionalisme, terlau jauh jika harus menarik korelasi dari garis itu J I’m so proud to be Indonesian]


Kamis, 17 November 2011

Community Development and Renewable Technology




Abstract

So far, community development has been focused on social and economic development. Besides social and economic issues, environmental issue is one thing usually less concerned in community development discussion. In fact, society needs a treatment which combines social, economic and environmental approach. The environment becomes something important as a form of conservation to balance the development. Successful community development depends on its strategies. Local wisdom is one of the important keys to approach community development. Local wisdom is useful to assess the needs of society, such as resources, need, approach and treatment on the community. To run the development program the empowerment mechanism should be run as well, as a methodological approach. Applied technology is considered to represent this concept. This concept is well exemplified by applied technology implementation in Pandansimo beach, a coastal area which has many natural resources, one of them is wind. Wind resource can be processed to be renewable energy. The windmill project in Pandansimo beach, Ngentak sub-village, Bantul, combines the three approaches of community development in the running of the project. This paper will explain how to empower the local society using applied technology. The alternative concept, therefore, can be a recommendation in the coastal area empowerment program.

Keyword: local wisdom, empowerment, coastal area, windmill.


Note :
Paper ini di buat febuari 2011 dengan judul: "Kincir Angin Sebagai Bentuk Ikthiar Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pandansimo". Tujuan penulisannya sebagai salah satu kelengkapan  penulisan ilmiah yang harus saya lampirkan untuk  mendaftar disalah satu institusi di Indonesia.

Rabu, 16 November 2011

Komidi Putar





Sebuah lingkaran penuh warna, Lingkaran yang mampu membawa untuk melihat banyak potret. Sayangngya potret-potret itu hanya mampu di tangkap sepotong demi sepotong gambar tanpa makna.

Seperti komidi putar, hidup itu memang selalu berputar. Selalu berputar-putar menghanyut dalam alunan ritme musik yang dimainkan, dan melayang bebas bagai mimpi . . . .

Benar  . . .   Mimpi itu memang indah, dan mimpi indah itu memang  hanya sebatas mimpi. Seolah enggan untuk terbangun meninggalkan mimpi indah itu, karena dalam mimpi-mimpi itulah dia dapat melayang bebas hinggap dalam satu cerita dan cerita lainnya dalam komidi putarnya.

Kini komidi putar itu mulai usang tak terawat, mungkin tinggal menunggu waktu untuk menjadi onggokan besi tua yang akan berkahir pada para tukang loak



~Joyeux Anniversaire~


[Rewrite at November  2011]
pict : Link

Selasa, 08 November 2011

Meriang Serial Korea

Semacam siklus mungkin, demam serial oriental sepertinya kembali menyerang. Dulu kala, mungkin aku masih SD, aku pernah mengikuti serial china, dengan setingan klasik, aku lupa judulnya tapi seingatku cerita serial drama tersebut sedih karena sepanjang episode si tokoh utama selalu mengangis. Ketika SMP-SMA wajah drama oriental di isi serial dari Taiwan, mulai dari at the dolphin bay, MPV lover hingga yang paling laris manis kala itu meteor garden. Demi nonton meteor garden banyak pelajar rela begadang tiap senin malam, karena serial ini pada awalnya tayang mulai pukul sebelas malam.

Era pun berubah, ketika masuk kuliah serial asia mulai di isi oleh serial-serial korea. Serial korea cerita cenderung singkat sekitar 16 sampai 24 episode tapi ada juga yang panjang. Deretan serial korea yang masih suka sampai sekarang dan gak bosen nonton berulang-ulang adalah full house dan price hours.




Ini Selaraku, Apa Seleramu . . .?


Hmmmm, jika di suruh mendiskripsikan apa sich sebenarny genre film yang ku suka. Alhasil aku juga bingun J  Menurutku, hal ini tidak terikat apakah film tersebut menarik menurut kata orang atau tidak, hal ini tidak akan berpengaruh padaku. Tidak ada standar baku menurutku ketika memutuskan suka atau tidak suka pada film tersebut, mungkin karena ini masalah selera. Merujuk salah satu pendapat teman yang calon filusuf, selera itu tidak bisa diperdebatkan karena sangat subyektif menurut sudut pandang masing-masing orang. That’s all.


Contoh sederhana dalam menonton film,  Slumdog Millionaire, meskipun film ini berhasil meraih empat Golden Globes, ketika menonton aku ngantuk, mungkin karena moment aku nonton tidak pas. Atau bisa dikatakan mungkin juga aku yang gak klik dengan film ini. Kejadian serupa juga terjadi ketika nonton film The King’s Speech, yang juga menang banyak penghargaan.

Aku suka film-film yang berbau science-fiction, seperti: armagedon, the day after tomorrow, earthquake, ect. Tapi ada juga film serupa yang menurutku jayus, semisal 2012, yang kala itu heboh banget kala itu, alih-alih penasaran dengan visual effect yang disajikan akhirnya aku berhasil menyeret temenku untuk menemaniku nonton.  Begitu film selesei, kami hanya bisa clingukan, tertawa gak jelas sambil terheran kuq bisa bisa film ‘sedangkal’ itu bisa heboh bahkan ada kabar bahwa film tersebut menyesatkan, hedeww ada-ada saja, gumankuJ


Tahun 2011 banyak film box-office di release, salah satunya transformer 3. Film ini bisa di katakana film luar biasa, terlepas dari keseluruhan film itu sendiri, tapi aku dan tiga orang temanku perlu perjuangan extra untuk dapat nonton film ini, *lebay.on*. hanya untuk film ini kami rela antri sebelum studio buka sekitar  empat jam-an. Wow.. dan badnews nya ketika sampai depan loket tiket untuk 3D ludah soldout. Soo sad L. Nonton 2D tak apalah, tapi di dalam bioskop hanya bisa meringis, film ini pasti keren di tonton versi 3D.hohoho


Akhirnya kisah pilu nonton pun berlalu, akhir-akhir ini aku lagi suka nonton film actions, kebetulan film yang di tonton selalu berkisah tentang agent. Dalam sebulan tiga kali duduk manis di bioskop untuk film jenis tersbut, sebut saja: Abduction, Jonh English Reborn dan Killer Elite. Mulai dari agent yang serius hingga comedy. Sedangkan film serupa yang ku tonton di laptop berturut dalam rentan waktu tersebut, antara lain: Salt, Death Race2, The Tourist, Knight and Day, RED sekarang ada beberapa stock film di lap top yang belum di tonton karena kebayakan nonton film tentang agent dalam rentan waktu bersamaan hal ini sempat terbawa ke alam mimpi J





Kamis, 08 September 2011

Kitchen Expedition #1

Anyway, lebaran tahun ini sekaligus ajang untuk meng-up grade diri khusunya dalam hal membuat kue. menyukseskan program tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada brownies panggang. Dari teknik pembuatan kue ini bagus untuk pemula seperti saya karena proses pembuatannya tidak membutuhkan teknik kemahiran di bidang per-kue-an yang tinggi. Bermodalkan resep brownies dari sepupu, alhasil brownies buatanku laris manis sebagai hidangan lebaran. Berikut resepnya, mungkin saja anda ada berminat untuk mencoba sebagai hidangang, atau untuk di komersilkan.


      Material  :
      Telur 8 butir (4 butir tanpa putih)
      Gula 300 gram
      Mentega 150 gram
      Coklat Batangan 150 gram
      Coklat Bubuk 50 gram
      Terigu 150 gram
      Baking Powder 1 sdt       




Rabu, 07 September 2011

Waiting For Something
















             Sitting in an empty room
             Trying to forget the past
            This was never meant to last
            I wish it wasn't so

           (Waiting for The End by Linkin Park)

Jumat, 10 Juni 2011

Dewi Anggraini


Dewi  Anggraini adalah salah satu nama tokoh pewayangan. Aku jatuh cinta dengan  pencintraan  karakter tokoh, penggabaran tentang tokoh Dewi Anggraini menurutkan dapat dijadikan inspirasi bagi perempuan, Mungkin juga ketika memeberiku nama Anggraini Bapakku terinspirasi dengan tokoh ini dan berharap aku bisa memiliki sifat-sifat seperti Dewi Anggraini, untuk yang ini belum ku konfirmasi kepada beliau. J
Dalam kisah Mahabharata, Anggraini adalah  istri dari Prabu Ekalaya, dari kerajaan Paranggelung. Dia memiliki paras yang cantik karena dia merupakan Putri Hapsari/Bidadari Warsiki. Dewi Anggraini memiliki sifat dan perwatakan setia, murah hati, baik budi sabat dan jatmika (selalu sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti kepada suami. Peranannya sebagai sang ratu, sangat membantu Prabu Ekalaya dalam menjalankan pemerintahannya.
Prabu Ekalaya adalah seorang ksatria yang selalu mendalami ilmu perang dan sangat mahir dalam memanah setara dengan Arjuna. Ilmu memanah tersebut didapatkan setelah dia mengadakan perjalanan jauh untuk menemui Resi Dorna yang merupakan guru dari Pandawa dan Kurawa. Karena gagal meminta Dorna untuk mengajarkan ilmu memanah kepadanya, Ekalaya kemudian bersemedi dan mendapatkan sabda membuat patung Dorna dan melakukan pendalaman ilmu dihadapan patung tersebut. Sampai pada akhirnya Ekalaya berhasil menguasai ilmu tersebut.Selama Ekalaya melakukan perjalanan memenuhi ambisinya, Anggraini setia menunggu di lingkungan istana. Sampai suatu saat Ekalaya kembali dari pertapaannya.

Rabu, 01 Juni 2011

Pesta Ulang Tahun Pancasila di Blitar


Blitar sebuah kota kecil di Jawa Timur, secara adminstratif kota ini hanya memiliki tiga kecamatan. Namun jika melihat perpolitikan nasional di Indonesia, entah bagaimana ceritanya selalu ada sambungan cerita antara Kota Blitar dengan tokoh hebat mulai jaman kerajaan, pra-kemerdekaan, kemerdekaan hingga para petinggi negeri yang sekarang duduk manis di Jakarta.  
Namun dari sekian banyak tokoh tersebut, Bung Karno lah yang paling mengidentikan Blitar. Ketika orang luar daerah bertanya darimana asal saya, dan saya menjawab Blitar, kebanyakan selalu menimpali dengan jawaban “Ooow Pak Karno, dekat dengan makam Pak Karno gak rumahnya..?” dan berbagai pernyataan lain yang ada kaitannya dengan Pak Karno.

Selama 24 tahun aku tercatat sebagai penduduk Kota Blitar, meskipun aku absen dalam lima tahun terakhir ini. Hari ini 1 Juni, hari kesaktian pancasila. Aku tak menyangka ternyata gaung perayaannya disini luar biasa. Selama hidup di Blitar baru kali ini aku menyaksikan pawai-pawai dalam rangka Grebeg Pancasila. Semalan aku penasaran ketika banyak orang ngomong ada pawai lampion, karana penasaran aku pun ikut turun ke jalan untuk menyaksikan. Pawai yang meriah, sebuah apresiasi yang luar biasa dalam menyambut hari kelahiran pancasila. Dan mungkin perayaan semacam ini hanya ada di sini, Kota Blitar. Pawai selamalam ternyata membawa Burung Garuda, yang berada di rumah dinas menuju Balaikota walikota, dan disemayamkan semalam disana. Paginya benda-benda tersebut di bawa untuk upacara di Alun-Alun Kota Blitar dan kembali di kirap ke menuju Makam Pak Karno. Meskipun tadi sedang berurusan dengan birokrasi  dalam rangka mengurus driving licence. Alhamdulillah masih sempat  menikmati arak-arakan tersebut karena rute pawai melewati  Kantor Polresta Blitar J

Rabu, 25 Mei 2011

Ibu Pahlawan Devisa


Midweek waktu yang asyik buat perjalanan karena kendaraan umum sepi. Kemarin  Ibuku ada acara sekolah di Surabaya  bersama teman-temanya. Sebenarnya ditawari ikut sich, tapi aku menolak karena aku tidak cukup mengenal teman-teman ibuku di sekolah yang baru. Daripada tidak nyaman mending di rumah saja. Yasudah aku putuskan di rumah saja untuk menyeleseikan tulisan, karena aku berminat apply sebuah program yang mensyaratkan untuk membuat essay. Ternyata Tuhan memberi cerita lain untuk mediaku belajar atau mungkin dari cerita itu aku jadi punya bahan dan pengetahuan untuk memperkaya essay yang ku tulis. Karena aku percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kebetulah, segala sesuatu merupakan kehendak-Nya.
Dia mengirimku ke malang, sekitar 80 Km ke arah timur dari Blitar. Kota dimana aku tinggal.  Tujuan ke Malang hanya jalan-jalan dan makan-makan daripada di rumah sendirian. Selama disana kami (aku, teni dan adiku) hanya ngemil, makan, nonton, ngemil, dan makan. Inilah salah satu cara menikmati liburan J
Pelajaran pertama aku dapat dari teman perjalanku. Seorang ibu sekitar tiga puluh tahun. Dari saling senyum maka berlanjut dari sebuah percakapan yang sepertinya memakasaku untuk menggeser logika berfikirku sehingga aku (belajar) memahami yang dimakadud ibu tersebut.