Selasa, 08 November 2011

Ini Selaraku, Apa Seleramu . . .?


Hmmmm, jika di suruh mendiskripsikan apa sich sebenarny genre film yang ku suka. Alhasil aku juga bingun J  Menurutku, hal ini tidak terikat apakah film tersebut menarik menurut kata orang atau tidak, hal ini tidak akan berpengaruh padaku. Tidak ada standar baku menurutku ketika memutuskan suka atau tidak suka pada film tersebut, mungkin karena ini masalah selera. Merujuk salah satu pendapat teman yang calon filusuf, selera itu tidak bisa diperdebatkan karena sangat subyektif menurut sudut pandang masing-masing orang. That’s all.


Contoh sederhana dalam menonton film,  Slumdog Millionaire, meskipun film ini berhasil meraih empat Golden Globes, ketika menonton aku ngantuk, mungkin karena moment aku nonton tidak pas. Atau bisa dikatakan mungkin juga aku yang gak klik dengan film ini. Kejadian serupa juga terjadi ketika nonton film The King’s Speech, yang juga menang banyak penghargaan.

Aku suka film-film yang berbau science-fiction, seperti: armagedon, the day after tomorrow, earthquake, ect. Tapi ada juga film serupa yang menurutku jayus, semisal 2012, yang kala itu heboh banget kala itu, alih-alih penasaran dengan visual effect yang disajikan akhirnya aku berhasil menyeret temenku untuk menemaniku nonton.  Begitu film selesei, kami hanya bisa clingukan, tertawa gak jelas sambil terheran kuq bisa bisa film ‘sedangkal’ itu bisa heboh bahkan ada kabar bahwa film tersebut menyesatkan, hedeww ada-ada saja, gumankuJ


Tahun 2011 banyak film box-office di release, salah satunya transformer 3. Film ini bisa di katakana film luar biasa, terlepas dari keseluruhan film itu sendiri, tapi aku dan tiga orang temanku perlu perjuangan extra untuk dapat nonton film ini, *lebay.on*. hanya untuk film ini kami rela antri sebelum studio buka sekitar  empat jam-an. Wow.. dan badnews nya ketika sampai depan loket tiket untuk 3D ludah soldout. Soo sad L. Nonton 2D tak apalah, tapi di dalam bioskop hanya bisa meringis, film ini pasti keren di tonton versi 3D.hohoho


Akhirnya kisah pilu nonton pun berlalu, akhir-akhir ini aku lagi suka nonton film actions, kebetulan film yang di tonton selalu berkisah tentang agent. Dalam sebulan tiga kali duduk manis di bioskop untuk film jenis tersbut, sebut saja: Abduction, Jonh English Reborn dan Killer Elite. Mulai dari agent yang serius hingga comedy. Sedangkan film serupa yang ku tonton di laptop berturut dalam rentan waktu tersebut, antara lain: Salt, Death Race2, The Tourist, Knight and Day, RED sekarang ada beberapa stock film di lap top yang belum di tonton karena kebayakan nonton film tentang agent dalam rentan waktu bersamaan hal ini sempat terbawa ke alam mimpi J





Kamis, 08 September 2011

Kitchen Expedition #1

Anyway, lebaran tahun ini sekaligus ajang untuk meng-up grade diri khusunya dalam hal membuat kue. menyukseskan program tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada brownies panggang. Dari teknik pembuatan kue ini bagus untuk pemula seperti saya karena proses pembuatannya tidak membutuhkan teknik kemahiran di bidang per-kue-an yang tinggi. Bermodalkan resep brownies dari sepupu, alhasil brownies buatanku laris manis sebagai hidangan lebaran. Berikut resepnya, mungkin saja anda ada berminat untuk mencoba sebagai hidangang, atau untuk di komersilkan.


      Material  :
      Telur 8 butir (4 butir tanpa putih)
      Gula 300 gram
      Mentega 150 gram
      Coklat Batangan 150 gram
      Coklat Bubuk 50 gram
      Terigu 150 gram
      Baking Powder 1 sdt       




Rabu, 07 September 2011

Waiting For Something
















             Sitting in an empty room
             Trying to forget the past
            This was never meant to last
            I wish it wasn't so

           (Waiting for The End by Linkin Park)

Jumat, 10 Juni 2011

Dewi Anggraini


Dewi  Anggraini adalah salah satu nama tokoh pewayangan. Aku jatuh cinta dengan  pencintraan  karakter tokoh, penggabaran tentang tokoh Dewi Anggraini menurutkan dapat dijadikan inspirasi bagi perempuan, Mungkin juga ketika memeberiku nama Anggraini Bapakku terinspirasi dengan tokoh ini dan berharap aku bisa memiliki sifat-sifat seperti Dewi Anggraini, untuk yang ini belum ku konfirmasi kepada beliau. J
Dalam kisah Mahabharata, Anggraini adalah  istri dari Prabu Ekalaya, dari kerajaan Paranggelung. Dia memiliki paras yang cantik karena dia merupakan Putri Hapsari/Bidadari Warsiki. Dewi Anggraini memiliki sifat dan perwatakan setia, murah hati, baik budi sabat dan jatmika (selalu sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti kepada suami. Peranannya sebagai sang ratu, sangat membantu Prabu Ekalaya dalam menjalankan pemerintahannya.
Prabu Ekalaya adalah seorang ksatria yang selalu mendalami ilmu perang dan sangat mahir dalam memanah setara dengan Arjuna. Ilmu memanah tersebut didapatkan setelah dia mengadakan perjalanan jauh untuk menemui Resi Dorna yang merupakan guru dari Pandawa dan Kurawa. Karena gagal meminta Dorna untuk mengajarkan ilmu memanah kepadanya, Ekalaya kemudian bersemedi dan mendapatkan sabda membuat patung Dorna dan melakukan pendalaman ilmu dihadapan patung tersebut. Sampai pada akhirnya Ekalaya berhasil menguasai ilmu tersebut.Selama Ekalaya melakukan perjalanan memenuhi ambisinya, Anggraini setia menunggu di lingkungan istana. Sampai suatu saat Ekalaya kembali dari pertapaannya.

Rabu, 01 Juni 2011

Pesta Ulang Tahun Pancasila di Blitar


Blitar sebuah kota kecil di Jawa Timur, secara adminstratif kota ini hanya memiliki tiga kecamatan. Namun jika melihat perpolitikan nasional di Indonesia, entah bagaimana ceritanya selalu ada sambungan cerita antara Kota Blitar dengan tokoh hebat mulai jaman kerajaan, pra-kemerdekaan, kemerdekaan hingga para petinggi negeri yang sekarang duduk manis di Jakarta.  
Namun dari sekian banyak tokoh tersebut, Bung Karno lah yang paling mengidentikan Blitar. Ketika orang luar daerah bertanya darimana asal saya, dan saya menjawab Blitar, kebanyakan selalu menimpali dengan jawaban “Ooow Pak Karno, dekat dengan makam Pak Karno gak rumahnya..?” dan berbagai pernyataan lain yang ada kaitannya dengan Pak Karno.

Selama 24 tahun aku tercatat sebagai penduduk Kota Blitar, meskipun aku absen dalam lima tahun terakhir ini. Hari ini 1 Juni, hari kesaktian pancasila. Aku tak menyangka ternyata gaung perayaannya disini luar biasa. Selama hidup di Blitar baru kali ini aku menyaksikan pawai-pawai dalam rangka Grebeg Pancasila. Semalan aku penasaran ketika banyak orang ngomong ada pawai lampion, karana penasaran aku pun ikut turun ke jalan untuk menyaksikan. Pawai yang meriah, sebuah apresiasi yang luar biasa dalam menyambut hari kelahiran pancasila. Dan mungkin perayaan semacam ini hanya ada di sini, Kota Blitar. Pawai selamalam ternyata membawa Burung Garuda, yang berada di rumah dinas menuju Balaikota walikota, dan disemayamkan semalam disana. Paginya benda-benda tersebut di bawa untuk upacara di Alun-Alun Kota Blitar dan kembali di kirap ke menuju Makam Pak Karno. Meskipun tadi sedang berurusan dengan birokrasi  dalam rangka mengurus driving licence. Alhamdulillah masih sempat  menikmati arak-arakan tersebut karena rute pawai melewati  Kantor Polresta Blitar J