Rabu, 16 November 2011

Komidi Putar





Sebuah lingkaran penuh warna, Lingkaran yang mampu membawa untuk melihat banyak potret. Sayangngya potret-potret itu hanya mampu di tangkap sepotong demi sepotong gambar tanpa makna.

Seperti komidi putar, hidup itu memang selalu berputar. Selalu berputar-putar menghanyut dalam alunan ritme musik yang dimainkan, dan melayang bebas bagai mimpi . . . .

Benar  . . .   Mimpi itu memang indah, dan mimpi indah itu memang  hanya sebatas mimpi. Seolah enggan untuk terbangun meninggalkan mimpi indah itu, karena dalam mimpi-mimpi itulah dia dapat melayang bebas hinggap dalam satu cerita dan cerita lainnya dalam komidi putarnya.

Kini komidi putar itu mulai usang tak terawat, mungkin tinggal menunggu waktu untuk menjadi onggokan besi tua yang akan berkahir pada para tukang loak



~Joyeux Anniversaire~


[Rewrite at November  2011]
pict : Link

Selasa, 08 November 2011

Meriang Serial Korea

Semacam siklus mungkin, demam serial oriental sepertinya kembali menyerang. Dulu kala, mungkin aku masih SD, aku pernah mengikuti serial china, dengan setingan klasik, aku lupa judulnya tapi seingatku cerita serial drama tersebut sedih karena sepanjang episode si tokoh utama selalu mengangis. Ketika SMP-SMA wajah drama oriental di isi serial dari Taiwan, mulai dari at the dolphin bay, MPV lover hingga yang paling laris manis kala itu meteor garden. Demi nonton meteor garden banyak pelajar rela begadang tiap senin malam, karena serial ini pada awalnya tayang mulai pukul sebelas malam.

Era pun berubah, ketika masuk kuliah serial asia mulai di isi oleh serial-serial korea. Serial korea cerita cenderung singkat sekitar 16 sampai 24 episode tapi ada juga yang panjang. Deretan serial korea yang masih suka sampai sekarang dan gak bosen nonton berulang-ulang adalah full house dan price hours.




Ini Selaraku, Apa Seleramu . . .?


Hmmmm, jika di suruh mendiskripsikan apa sich sebenarny genre film yang ku suka. Alhasil aku juga bingun J  Menurutku, hal ini tidak terikat apakah film tersebut menarik menurut kata orang atau tidak, hal ini tidak akan berpengaruh padaku. Tidak ada standar baku menurutku ketika memutuskan suka atau tidak suka pada film tersebut, mungkin karena ini masalah selera. Merujuk salah satu pendapat teman yang calon filusuf, selera itu tidak bisa diperdebatkan karena sangat subyektif menurut sudut pandang masing-masing orang. That’s all.


Contoh sederhana dalam menonton film,  Slumdog Millionaire, meskipun film ini berhasil meraih empat Golden Globes, ketika menonton aku ngantuk, mungkin karena moment aku nonton tidak pas. Atau bisa dikatakan mungkin juga aku yang gak klik dengan film ini. Kejadian serupa juga terjadi ketika nonton film The King’s Speech, yang juga menang banyak penghargaan.

Aku suka film-film yang berbau science-fiction, seperti: armagedon, the day after tomorrow, earthquake, ect. Tapi ada juga film serupa yang menurutku jayus, semisal 2012, yang kala itu heboh banget kala itu, alih-alih penasaran dengan visual effect yang disajikan akhirnya aku berhasil menyeret temenku untuk menemaniku nonton.  Begitu film selesei, kami hanya bisa clingukan, tertawa gak jelas sambil terheran kuq bisa bisa film ‘sedangkal’ itu bisa heboh bahkan ada kabar bahwa film tersebut menyesatkan, hedeww ada-ada saja, gumankuJ


Tahun 2011 banyak film box-office di release, salah satunya transformer 3. Film ini bisa di katakana film luar biasa, terlepas dari keseluruhan film itu sendiri, tapi aku dan tiga orang temanku perlu perjuangan extra untuk dapat nonton film ini, *lebay.on*. hanya untuk film ini kami rela antri sebelum studio buka sekitar  empat jam-an. Wow.. dan badnews nya ketika sampai depan loket tiket untuk 3D ludah soldout. Soo sad L. Nonton 2D tak apalah, tapi di dalam bioskop hanya bisa meringis, film ini pasti keren di tonton versi 3D.hohoho


Akhirnya kisah pilu nonton pun berlalu, akhir-akhir ini aku lagi suka nonton film actions, kebetulan film yang di tonton selalu berkisah tentang agent. Dalam sebulan tiga kali duduk manis di bioskop untuk film jenis tersbut, sebut saja: Abduction, Jonh English Reborn dan Killer Elite. Mulai dari agent yang serius hingga comedy. Sedangkan film serupa yang ku tonton di laptop berturut dalam rentan waktu tersebut, antara lain: Salt, Death Race2, The Tourist, Knight and Day, RED sekarang ada beberapa stock film di lap top yang belum di tonton J karena kebayakan nonton film tentang agent dalam rentan waktu bersamaan hal ini sempat terbawa ke alam mimpi J





Kamis, 08 September 2011

Kitchen Expedition #1

Anyway, lebaran tahun ini sekaligus ajang untuk meng-up grade diri khusunya dalam hal membuat kue. menyukseskan program tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada brownies panggang. Dari teknik pembuatan kue ini bagus untuk pemula seperti saya karena proses pembuatannya tidak membutuhkan teknik kemahiran di bidang per-kue-an yang tinggi. Bermodalkan resep brownies dari sepupu, alhasil brownies buatanku laris manis sebagai hidangan lebaran. Berikut resepnya, mungkin saja anda ada berminat untuk mencoba sebagai hidangang, atau untuk di komersilkan.


      Material  :
      Telur 8 butir (4 butir tanpa putih)
      Gula 300 gram
      Mentega 150 gram
      Coklat Batangan 150 gram
      Coklat Bubuk 50 gram
      Terigu 150 gram
      Baking Powder 1 sdt       




Rabu, 07 September 2011

Waiting For Something
















             Sitting in an empty room
             Trying to forget the past
            This was never meant to last
            I wish it wasn't so

           (Waiting for The End by Linkin Park)