Berbicara praktik industri pertambangan sama halnya berbicara
sesuatu yang kompleks. Permasalahan yang
dihadapi pun beragam hinggap silih berganti dalam setiap proses yang
dilaluinya. Saya mengategorikan permasalahan yang jamak dihadapi perusahaan
kedalam tiga fase mulai dari permasalahan pra-produksi hingga nanti bagaimana
nasib wilayah pasca operasi tambang tersebut. Fase pertaman adalah pra-produksi
tambang, pun fase ini sudah turut berkontribusi dalam menyemai konflik, misalnya:
pembebasan lahan. Tidak semua tahap pembahasan lahan berjalan mulus, tidak
semua masyarakat langsung sepakat dengan harga beli yang di tawarkan. Berawal
dari ini, sikap perusahaan menentukan bagaimana pola hubungan yang akan
terbangung dengan masyarakat sekitar. Apabila perusahaan mengahadapinya dengan
tangan dingin bisa jadi akan tercipta hubungan harmonis dikemudian hari, namun
apabila cara yang ditempuh perusahaan sudah dengan sistem kekerasan bisa jadi
benih-benih dendam tersemai halus kedalam masyarakat dan tumbuh bersama
sikap-sikap penolakan keras terhadap operasi pertambangan tersebut. Fase kedua
adalah fase produksi, dalam fase ini permasalahan yang dihadapi cukup beragam,
namun apabila ditarik garis besar permasalahan yang sering muncul antara lain: kecemburuan
yang terjadi di masyarakat lokal, terkait alokasi sumberdaya manusia (pekerja)
yang lebih banyak diambil dari tenaga di luar daerah mereka, atau masyarakat
meresa terganggu dan dirugikan atas aktivitas yang dilakukan perusahaan sehingga
masyarakat menuntut berbagai dana kompensasi atas aktivitas yang dilakukan
perusahaan tersebut. Aksi yang dilakukan masyarakat pun beragam guna mendapat
perhatian perusahaan atas masalah-masalah tersebut, mulai dari demonstrasi ke
perusahaan hingga pemblokiran jalan yang dilalui kendaraan-kendaraan perusahaan.
Tentunya langkah masyarakat ini menjadi pukulan bahkan ancaman bagi eksistensi
bisnis perusahaan. Mengatasnamakan esistensi operasi, maka perusahaan
menerapkan berbagai tawaran “damai” untuk masyarakat lokal setempat. Program
tersebut yang kemudian diklaim sebagai program CSR oleh perusahaan atau
masyarakat lokal di salah satu site tambang di Indonesia menyebutnya dengan
sebutan “comdev”. Dalam industri ekstraktif, praktik CSR yang dijalankan hanya
sebatas pada program-program kekinian, perusahaan bersifat responsif atas
reaksi yang ditimbulkan oleh masyarakat. Sehingga program CSR tak ubanya hanya
sesuatu “kartu ijin operasi” (legal to
operate) yang diberikan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.
Minggu, 29 Desember 2013
Jumat, 03 Mei 2013
Aku dan Diamku
aku masih dalam diamku,
entah karena malas atau memang hadirmu sudah menepi dari rasaku,
pada dasarnya kita sama
sama-sama seorang penyecut yang tak mau jatuh karena alasan isyarat dangkal
ahh . . .
dan aku pun harus berucap lagi kata "entah"
entah mengapa kau harus menyapa
entah mengapa kau menyita pikiran
entah mengapa dan entah apalagi yang nanti akan kembali tertulis?
dan aku pun masih setia dalam diamku
di sudut ruang senja
2 Mei 2013
Selasa, 31 Januari 2012
Once Upon a Time at Batu #1
Batu City, most famous with the name of Batu Malang. This is one of plateau city at East Java. The place near Malang city and can be reached about one hour from Malang. Batu city has several good places and is a tourism destination, either nature tourism or education tourism.
Anyway, Batu has a new tourism destination. Alright, Jatim Park 2 is an awesome place for me. I went there when new year holiday with my family. This is a good place and recommended for a holiday destination with friends or with the big family.
Here a few photos and short story when holiday at Jatim Park 2 J
The vacation started from Blitar (is my hometown), by car it can be reached about two hours. All the way we can saw a beautiful panorama.
Unfortunately, welcome greeting at Jatim Park 2 was raining fall L
Sabtu, 28 Januari 2012
Mau di Bawa Kemana Adek-Adek Itu.?
Sore itu langit Jogja mendung dan gerimis. Meskipun turun hujan aku tetap berkunjung ke temanku, selain untuk bersilaturahmi tujuan lainnya adalah untuk mencari responden. Kebetulan aku sedang menjadi enumerator riset salah satu media nasional. Sistem purposive sampling membuatku harus berimprovisasi di lapangan dengan menggunakan snowball sampling, jadilah sore itu aku berkunjung ke temanku dengan tujuan mencari responden plus ikut kegiatan PAUD. Kebetulan temanku ini merupakan aktivis sosial di tempat tinggalnya, beliau aktif dalam berbagai kegiatan kampung. Salut buat beliau dan terimakasih mbak atas link respondennya
Ada yang menarik perhatianku ketika melihat pemandangan sore itu. Awalnya tak ada yang aneh ketika melihat anak les. Sekarang saja anak TK sudah berdondong-bondong untuk les apalagi anak SD. Well, kembali ke adek SD tadi, ketika aku lihat adek SD tadi sedangan belajar matematika. Sebenarnya aku sangat tertarik dengan metode yang di gunakan guru les tersebut. Beliau membuat sistem belajar sambil bermain. Ibu gurunya sudah modern. J Namun, tiba-tiba aku jadi mlogo ketika melihat bahasa yang di gunakan. Guru dan murid itu menggukan bilingual. Jika nonton film kita gak paham artinya bisa ganti subtilenya. Tapi sekolah dengan dua bahasa untuk anak usia tujuh tahun, aku masih mempertanyakan sistem efektivitasnya. Apa iya pelajaran akan masuk dengan mudah. Sederhana alur pikirnya, mereka (anak-anak itu, red.) otaknya dua kali kerja. Aku buka psikolog tapi meliat pemandangan seperti itu jadi kasian terhadap mereka. Adek tadi bersekolah di salah satu sekolah dengan titile rintisan sekolah berstandart international (RSBI).Apalagi mereka yang bersekolah di sekolah internasional yaa... *berfikir*.
Rabu, 04 Januari 2012
Aku, Kamu dan Sepotong Ice Cream
Aku suka ice cream,
Entah sejak kapan aku mulai suka ice cream,
Aku suka ice cream,
Karena dia pernah hadir diantara keceriaan dan kesedianku
Aku suka ice cream
Karena karena suka tak membutuhkan alasan
# Cerita di Bulan April 2011
# Cerita di Bulan April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



