Selasa, 21 Oktober 2014

Tentang Hujan


Sore itu hujan sejenak menyapa,
hanya sekilas..
hingga jejak aroma tanah yang biasanya pun tak mampu dia tinggalkan..
Hanya sekilas...
seolah tak menemui arti namun mampu menyemai asa baru . . .
seperti rindu yang masih optimis menunggu kesudahaan


Senja di Kos Kuwera,
20 Oktober 2014

Minggu, 29 Desember 2013

Quovadis CSR Pertambangan


Berbicara praktik industri pertambangan sama halnya berbicara sesuatu yang kompleks. Permasalahan yang dihadapi pun beragam hinggap silih berganti dalam setiap proses yang dilaluinya. Saya mengategorikan permasalahan yang jamak dihadapi perusahaan kedalam tiga fase mulai dari permasalahan pra-produksi hingga nanti bagaimana nasib wilayah pasca operasi tambang tersebut. Fase pertaman adalah pra-produksi tambang,  pun fase ini sudah turut berkontribusi dalam menyemai konflik, misalnya: pembebasan lahan. Tidak semua tahap pembahasan lahan berjalan mulus, tidak semua masyarakat langsung sepakat dengan harga beli yang di tawarkan. Berawal dari ini, sikap perusahaan menentukan bagaimana pola hubungan yang akan terbangung dengan masyarakat sekitar. Apabila perusahaan mengahadapinya dengan tangan dingin bisa jadi akan tercipta hubungan harmonis dikemudian hari, namun apabila cara yang ditempuh perusahaan sudah dengan sistem kekerasan bisa jadi benih-benih dendam tersemai halus kedalam masyarakat dan tumbuh bersama sikap-sikap penolakan keras terhadap operasi pertambangan tersebut. Fase kedua adalah fase produksi, dalam fase ini permasalahan yang dihadapi cukup beragam, namun apabila ditarik garis besar permasalahan yang sering muncul antara lain: kecemburuan yang terjadi di masyarakat lokal, terkait alokasi sumberdaya manusia (pekerja) yang lebih banyak diambil dari tenaga di luar daerah mereka, atau masyarakat meresa terganggu dan dirugikan atas aktivitas yang dilakukan perusahaan sehingga masyarakat menuntut berbagai dana kompensasi atas aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut. Aksi yang dilakukan masyarakat pun beragam guna mendapat perhatian perusahaan atas masalah-masalah tersebut, mulai dari demonstrasi ke perusahaan hingga pemblokiran jalan yang dilalui kendaraan-kendaraan perusahaan. Tentunya langkah masyarakat ini menjadi pukulan bahkan ancaman bagi eksistensi bisnis perusahaan. Mengatasnamakan esistensi operasi, maka perusahaan menerapkan berbagai tawaran “damai” untuk masyarakat lokal setempat. Program tersebut yang kemudian diklaim sebagai program CSR oleh perusahaan atau masyarakat lokal di salah satu site tambang di Indonesia menyebutnya dengan sebutan “comdev”. Dalam industri ekstraktif, praktik CSR yang dijalankan hanya sebatas pada program-program kekinian, perusahaan bersifat responsif atas reaksi yang ditimbulkan oleh masyarakat. Sehingga program CSR tak ubanya hanya sesuatu “kartu ijin operasi” (legal to operate) yang diberikan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Jumat, 03 Mei 2013

Aku dan Diamku



aku masih dalam diamku, 
entah karena malas atau memang hadirmu sudah menepi dari rasaku,
pada dasarnya kita sama
sama-sama seorang penyecut yang tak mau jatuh karena alasan isyarat dangkal
ahh . . .
dan aku pun harus berucap lagi kata "entah"
entah mengapa kau harus menyapa
entah mengapa kau menyita pikiran
entah mengapa dan entah apalagi yang nanti akan kembali tertulis?
dan aku pun masih setia dalam diamku


di sudut ruang senja
2 Mei 2013



Selasa, 31 Januari 2012

Once Upon a Time at Batu #1

Batu City, most famous with Batu Malang, is one of plateau city at East Java. The location near from Malang city and can be reach about one hour from Malang. Batu city have a several good place and be tourism destination, either nature tourism or education tourism.
Anyway, Batu have a new tourism destination. Alright, Jatim Park 2 is awesome place for me. I went there when new year holiday with my family. This is a good place and recommended for holiday destination with boy/girl friend or with big family.  
Here a few photo and sort story when holiday at Jatim Park 2 J



The vacation start from Blitar (is my home town), by car it can be reach about two hours. All the way we can saw a beautiful panorama.









Unfortunately, welcome greeting at Jatim Park 2 was raining fall  L



Sabtu, 28 Januari 2012

Mau di Bawa Kemana Adek-Adek Itu.?

Sore itu langit Jogja mendung dan gerimis. Meskipun turun hujan aku tetap berkunjung ke temanku, selain untuk bersilaturahmi tujuan lainnya adalah untuk mencari responden. Kebetulan aku sedang menjadi enumerator riset salah satu media nasional. Sistem purposive sampling membuatku harus berimprovisasi di lapangan dengan menggunakan snowball sampling, jadilah sore itu aku berkunjung ke temanku dengan tujuan mencari responden plus ikut kegiatan PAUD. Kebetulan temanku ini merupakan aktivis sosial di tempat tinggalnya, beliau aktif dalam berbagai kegiatan kampung. Salut buat beliau dan terimakasih mbak atas link respondennya 
Ada yang menarik perhatianku ketika melihat pemandangan sore itu. Awalnya tak ada yang aneh ketika melihat anak les. Sekarang saja anak TK sudah berdondong-bondong untuk les apalagi anak SD. Well, kembali ke adek SD tadi, ketika aku lihat adek SD tadi sedangan belajar matematika. Sebenarnya aku sangat tertarik dengan metode yang di gunakan guru les tersebut. Beliau membuat sistem belajar sambil bermain. Ibu gurunya sudah modern. J Namun, tiba-tiba aku jadi mlogo ketika melihat bahasa yang di gunakan. Guru dan murid itu menggukan bilingual. Jika nonton film kita gak paham artinya bisa ganti subtilenya. Tapi sekolah dengan dua bahasa untuk anak usia tujuh tahun, aku masih mempertanyakan sistem efektivitasnya. Apa iya pelajaran akan masuk dengan mudah. Sederhana alur pikirnya, mereka (anak-anak itu, red.) otaknya dua kali kerja. Aku buka psikolog tapi meliat pemandangan seperti itu jadi kasian terhadap mereka. Adek tadi bersekolah di salah satu sekolah dengan titile rintisan sekolah berstandart international (RSBI).Apalagi mereka yang bersekolah di sekolah internasional yaa... *berfikir*.